Sisi Lain Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Sidrap

Tak hanya membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu, sebenarnya Sidrap Bayu Energi juga membuat penyempurnaan rumah lingkungan yang ada disekitar lokasi pengerjaan. Melewati program Bedah Rumah, perusahaan pengembang PLTB ini membangun 21 rumah warga di Desa Lainungan dan Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, Sulawesi Selatan.

Alasan yang diserahkan PT UPC dalam membedah rumah warga yaitu kamu berkeinginan bisa memberi daerah disekitar area pembangunan menghasilkan tempat tinggal yang bagus. Tak hanya mendapatkan tempat tinggal yang bagus, kecuali peroleh menggunakan peningkatan kualitas lokasi dan keamanan.

Community Relation and CSR Manager UPC Sidrap Bayu Energi, Tanta Skober mengkonfirmasi yaitu kegiatan ini adalah tanggung jawab social perusahaan (Corporate Social Responsibility/ CSR) untuk membantu upaya pemerintah Kabupaten Sidrap dalam menurunkan jumlah kekurangan.

Rancangan ini dikerjakan tak semuanya, meskipun terjadi dua tahap dalam prosesnya. Tahap pertama dilakukan pada Desa Mattirotasi dan Desa Lainungan dengan masing-masing 5 rumah. Pengerjaan ini sudah berlaku dari pertengahan Juni hingga awal Agustus 2017. Fase sama target 11 rumah, dengan 6 rumah di Desa Lainungan dan 5 rumah di Desa Mattirotasi.

Seperti yang diketahui, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu berlokasi di Desa Mattirotasi dan Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

Proyek pembangkit listrik ini selesai tertancp berjumlah 30 turbin angin dimana berjumlah 23 turbin telah mendapatkan Sertifikat Laik Operasi (SLO).

Hampir waktu bulan, Brian Caffyn UPC beruntung menyelesaikan pembangunan ini sebesar 97,7 persen. Kontrak kumpulan beberapa konsorsium tersebut akan habis pada kuartal III 2018.

Seperti yang kita tahu, PLTB Sidrap ialah pembangkit tenaga angin pertama dan terbesar di Indonesia yang menjadikan lahan kurang lebih 100 hektar. Sama adanya PLTB tersebut, {benarnya|sama|tentunya mau memperkokoh system kelistrikan dengan cadangan daya system sebanyak 500 MW pada 2018.

Tenaga angin terbesar di Indonesia yang berlokasi di Sulawesi Selatan tahap pertama tengah dalam pengerjaan sampai sekarang. Pada tahap pertama ini memiliki kapasitas senilai 75 Megawatt (MW) alan dibeli dengan tarif senilai 11,41 sen dolar AS per kilowatt per jam. Untuk tahap dua ini akan dikerjakan yang menghasilkan kemampuan senilai 50 Megawatt dengan tarifsekitar 6,5 sen dolar AS per kWh.