MLM Legal Atau Tidak, Bagaimana Cara Mengetahuinya?

Anda mungkin pernah punya pengalaman ditawari teman atau kerabat Anda untuk bergabung dengan suatu bisnis yang katanya bisnis “MLM legal”. Ajakan bisnis MLM memang selalu terdengar fantastis dan menggiurkan bahwa Anda bisa meraup keuntungan puluhan juta per hari atau Anda bisa membeli mobil mewah di akhir bulan hanya dengan menjual produk dan merekrut member baru lainnya. Siapa sih yang tidak ingin bergabung jika mendengar peluang yang sedemikian menggiurkan? Tapi sebelum Anda memutuskan bergabung apakah Anda telah memeriksa dulu itu bisnis MLM legal atau bisnis money game? Karena sudah banyak kasus penipuan melalui money game yang merugikan banyak orang.

Bisnis MLM pada dasarnya merupakan bisnis perdagangan langsung. Perusahaan tidak mendagangkan produknya melalui sistem konvensional dimana produk disalurkan ke distributor-distributor kecil atau retail untuk dijual ke masyarakat dan produk diiklankan di berbagai media. Sistem perdagangan langsung yang dilakukan perusahaan MLM adalah member bisnis memasarkan langsung pada konsumen tanpa melalui perantara pihak ketiga seperti retail. Perusahaan MLM umumnya juga tidak mengiklankan produknya di berbagai media. Mereka mengandalkan keahlian pemasaran setiap membernya dalam memperkenalkan produk terhadap konsumen.

Karena tidak melalui sistem distribusi konvensional maka bisnis MLM bisa memangkas biaya overhead yang biasanya paling banyak memakan dana pengeluaran. Itu sebabnya bisnis MLM dapat menghasilkan profit yang lebih besar. Profit ini kemudian digunakan untuk memberikan komisi bagi member yang berhasil memasarkan produknya paling banyak atau yang berhasil merekrut member baru paling banyak.

Melihat prospek profit yang besar wajar saja jika bisnis MLM menjamur dimana-mana. Produk yang ditawarkan pun beragam mulai dari produk kecantikan, produk kesehatan, peralatan rumah tangga, hingga produk fashion. Bisnis MLM yang menjamur sekian banyak ini tentu saja terselip bisnis MLM yang ilegal. Jadi bagaimana kita mengetahui mana yang bisnis MLM legal dan yang ilegal? Berikut ini caranya.

Cek apakah perusahaan MLM tersebut memiliki SIUP dan SIUPL.

SIUP merupakan singkatan dari Surat Izin Usaha dan Perdagangan. Surat ini dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota. Setiap perusahaan yang melakukan usaha menjual atau memasarkan produk wajib memiliki surat izin ini dengan cara mendaftarkan perusahaan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota di tempat perusahaan itu menetap dan melakukan usaha.

Untuk perusahaan MLM selain SIUP wajib memiliki surat ijin khusus lainnya yaitu SIUPL atau Surat Izin Usaha dan Perdagangan Langsung. SIUPL ini tidak dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota melainkan oleh BKPM atau Badan Koordinasi Pengawasan Modal. Hal ini dikarenakan bisnis MLM merupakan bisnis dengan penjualan langsung atau pemasaran berjenjang. Kedua surat izin ini memang sekilas terlihat mirip namun regulasi dan fungsinya berbeda. Proses pembuatan SIUPL lebih susah makanya banyak perusahaan MLM yang malas mengurusnya. Perusahaan MLM yang tidak memiliki SIUPL merupakan bisnis ilegal karena tidak mematuhi regulasi yang ditetapkan pemerintah.

Banyak bisnis MLM abal-abal yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat akan perbedaan kedua surat izin ini. Mereka meyakinkan member baru bahwa perusahaannya sudah memiliki surat izin usaha padahal yang dimilikinya hanya SIUP dan bukan SIUPL yang sebetulnya lebih utama pada bisnis MLM. Sekarang setelah Anda mengetahui hal ini maka Anda perlu memastikan dulu apakah bisnis MLM ini benar-benar memiliki SIUPL dan SIUP untuk memastikan bahwa bisnis MLM itu adalah MLM legal.

Qnet Indonesia sebagai salah satu perusahaan MLM di Indonesia telah memiliki semua syarat diatas sejak berada di Indonesia. Dengan jumlah Independent Representative yang terus bertambah dan berkembang, bisa kita pastikan bahwa Qnet adalah perusahaan MLM Legal yang berdiri di Indonesia. Adanya beberapa berita miring tentang Penipuan Qnet harus kita cermati secara teliti untuk mengetahui kebenarannya.