3 Cara Fumigasi Untuk Tikus

Tikus merupakan salah satu hama yang sangat mengganggu petani. Hama ini memakan tumbuhan yang ditanam di sawah. Tikus juga merusak sawah petani karena membuat lubang di tanah. Padahal tikus adalah binatang yang mudah berkembangbiak, sehingga jika jumlahnya tidak dikontrol akan semakin banyak. Maka dari itu, petani sering melakukan fumigasi untuk tikus di sawah untuk membunuh tikus yang merusak tanaman. Proses fumigasi ini selalu dilakukan pada masa tikus beranak, sehingga bisa membunuh induk dan anaknya sekaligus. Terdapat 3 cara dalam melakukan fumigasi untuk membunuh tikus, yaitu:

  1. memasukkan asap belerang dengan fumigator

Cara fumigasi untuk tikus pertama adalah dengan membakar jerami yang sudah diberi serbuk belerang. Asap jerami ini dihasilkan dengan bantuan fumigator, kemudian dimasukkan ke dalam lubang sarang tikus. Asap belerang yang dihasilkan akan meracuni tikus. Setelah memasukkan asap jerami, tutup lubang tersebut dengan lumpur basah. Biarkan saja dan tidak perlu digali lagi karena tikus sudah pasti mati. Penggalian ulang hanya akan merusak tanah, selain itu juga memungkinkan penyebaran asap tidak merata. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah menentukan lubang tikus yang aktif agar proses jasa fumigasi Depok juga lebih efektif.

  1. fumigasi tiram

Cara selanjutnya adalah dengan fumigasi tiram. Cara ini merupakan fumigasi untuk tikus dengan menggunakan asap kembang api. Kembang api yang mengandung bahan belerang dimasukkan ke dalam lubang sarang, kemudian nyalakan sumbunya dan biarkan kembang api menyala di dalam. Asap belerang tersebut dapat meracuni tikus, jadi tutup juga lubang tersebut agar asap tidak keluar.

  1. menggunakan fumigan untuk hama

Cara lainnya adalah dengan menggunakan fumigan untuk hama. Fumigasi untuk tikus dapat dilakukan dengan membeli obat fumigan di toko pertanian. Fumigan sendiri tidak sulit untuk ditemukan dan harganya tidak mahal. Tapi tetap dibutuhkan fumigator untuk melakukan proses fumigasi. Pada dasarnya fumigasi adalah proses pengasapan sehingga fumigas yang dibeli harus diubah menjadi asap dengan bantuan fumigator. Meskipun begitu, membeli fumigan hama membutuhkan biaya lebih banyak dibanding menggunakan jerami atau kembang api.